«

»

Feb
21

LMS

Moodle

Moodle

LMS adalah singkatan dari Learning Management System. LMS dibentuk untuk membantu pengelola pembelajaran dalam melaksanakan perannya.

A learning management system (LMS) is “a software application that automates the administration, documentation, tracking, and reporting of training events” (http://en.wikipedia.org/wiki/Learning_management_system).

Dengan LMS ini, pengelola pendidikan dapat membuka batas lingkungan pendidikan yang ada pada pengajaran tradisional. Waktu dan tempat ditentukan pada pengajaran tradisional. Dalam beberapa hal ini menghambat pembelajar untuk dapat belajar mandiri, sedangkan setiap orang mempunyai waktu mood yang berbeda.

Pada saat ini, ketika pendidikan mengarah ke student centered learning, pengelola pendidikan harus menyediakan sumber yang relatif mudah diakses. Tidak hanya sumber tapi juga tempat waktu yang lebih terbuka.

Fitur yang ada pada LMS umumnya (Wahono, 2008), yaitu:

  1. Fitur Kelengkapan Belajar Mengajar: Daftar Mata Kuliah dan Kategorinya, Silabus Mata Kuliah, Materi Kuliah (Berbasis Text atau Multimedia), Daftar Referensi atau Bahan Bacaan
  2. Fitur Diskusi dan Komunikasi: Forum Diskusi atau Mailing List, Instant Messenger untuk Komunikasi Realtime, Papan Pengumuman, Porfil dan Kontak Instruktur, File and Directory Sharing
  3. Fitur Ujian dan Penugasan: Ujian Online (Exam), Tugas Mandiri (Assignment), Rapor dan Penilaian

Beberapa LMS yang dikenal di Indonesia diantaranya: Moodle, Claroline, Dokeos, Atutor, Sakai, Ilias. LMS yang tadi disebutkan adalah LMS open source dan biasanya free license. Dan inilah yang biasanya banyak dipilih, khususnya Moodle yang banyak dijumpai di beberapa universitas di Indonesia. Moodle ini dipilih karena memang perkembangannya cukup cepat dibandingkan yang lain. Selain itu juga banyak plugin yang telah dibuat untuk mendukung kebutuhan pembelajaran virtual.

Namun sebenarnya dalam memilih LMS, tidak hanya dari sisi LMS itu sendiri yang dipertimbangkan. Kebutuhan dan business process yang ada di institusi harus menjadi acuan.